Gerebek Bandar Narkoba, Thailand Temukan Aset Keluarga Junta Myanmar

Kamis, Januari 12, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Kepolisian Thailand temukan aset milik keluarga pemimpin junta militer Myanmar usai penggerebekan terduga bandar narkoba. (REUTERS/STRINGER)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pejabat Thailand menemukan aset keluarga pemimpin junta Myanmar saat menggerebek kediaman taipan Myanmar yang dituduh melakukan perdagangan narkoba dan pencucian uang.

Diberitakan Reuters, sertifikat kepemilikan dan buku tabungan bank milik anak perempuan dan laki-laki Min Aung Hlaing, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, ditemukan di apartemen Tun Min Latt di Bangkok kala dia ditahan di ibu kota Thailand September lalu.


Tun Min Latt merupakan taipan yang dituduh menyelundupkan narkoba dan melakukan pencucian uang. Dia merupakan kawan dekat Min Aung Hlaing, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters tahun lalu.

Sumber itu menyebut Tun Min Latt diberikan persediaan militer oleh dalang di balik kudeta Aung San Suu Kyi tersebut.

Terkait temuan aset, kedua anak Min Aung Hlaing disebut tak akan diproses hukum. Dua sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan otoritas Thailand menilai anak-anak Min Aung Hlaing tak relevan dengan investigasi terhadap Tun Min Latt.

Temuan itu sendiri terjadi saat polisi menggerebek kediaman Tun Min Latt di kondominium Belle Grand Rama 9 di Bangkok pada 17 Agustus 2022 lalu.

Polisi menemukan sertifikat tanah dan kontrak pembelian atas empat unit kamar tidur di kondominium yang sama atas nama Aung Pyae Sone, putra Min Aung Hlaing.
Bersama dengan itu, dua tabungan Siam Commercial Bank (SCB) juga ditemukan untuk rekening atas nama Khin Thiri Thet Mon, putrinya.

Sejauh ini, putra-putri Min Aung Hlaing tak memberikan tanggapan soal temuan aset mereka. Min Aung Hlaing juga belum memberikan komentar soal ini.

Menanggapi hal ini, Amerika Serikat menuding putra-putri pemimpin junta Myanmar itu punya urusan "yang diuntungkan secara langsung karena posisi ayah mereka".

Juru bicara kelompok aktivis keadilan Myanmar juga mengatakan temuan tersebut mengindikasi bahwa keluarga Min Aung Hlaing menyembunyikan aset mereka di Thailand.

Mereka pun mendesak pemerintah Thailand untuk mengambil sikap tegas untuk mencegah Negeri Gajah Putih "menjadi tempat yang aman bagi penjahat perang Myanmar dengan memblokir akses junta Myanmar dan keluarganya terhadap bank-bank dan properti Thailand."

Selain itu, kelompok itu juga meminta otoritas membekukan aset curian milik rakyat Myanmar.

Juru bicara pemerintah Thailand, Anucha Burapachaisri hingga kini enggan berkomentar. Dia mengarahkan Reuters untuk bertanya lebih lanjut ke lembaga penegak hukum. Namun, lembaga tersebut juga tak memberikan komentar apa pun.

SCB dan pihak kondominium juga tak memberikan tanggapan. Polisi Thailand, Kantor Badan Pengendalian Narkotika dan Kantor Anti Pencucian Uang juga demikian.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: