India Segera Menyalip China sebagai Negara Berpenduduk Terbanyak di Dunia - akan Jadi Berkah atau Beban?

Kamis, Januari 05, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

PBB meramalkan bahwa populasi India akan melampaui China pada pertengahan April mendatang.
Pada pertengahan April, jumlah penduduk India diperkirakan akan melampaui China sehingga bisa menyandang predikat sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia.
Kedua raksasa Asia itu masing-masing sudah punya lebih dari 1,4 miliar penduduk, dan selama lebih dari 70 tahun menyumbang lebih dari sepertiga populasi global.
Populasi China kemungkinan mulai menyusut tahun depan. Tahun lalu, 10,6 juta orang lahir, sedikit lebih banyak dari jumlah kematian, berkat penurunan cepat dalam tingkat kesuburan.
Tingkat kesuburan India juga sudah turun secara substansial dalam beberapa dekade terakhir - dari 5,7 kelahiran per perempuan pada tahun 1950 menjadi dua kelahiran per perempuan saat ini - tetapi tingkat penurunannya lebih lambat.
Jadi apa artinya bila India menyalip China sebagai negara terpadat di dunia?

China mengurangi populasinya lebih cepat daripada India

China mengurangi tingkat pertumbuhan populasi sekitar setengahnya dari 2% pada tahun 1973 menjadi 1,1% pada tahun 1983.
Para ahli demografi mengatakan sebagian besar dari penurunan ini dicapai dengan mengangkangi hak asasi manusia - dua kampanye terpisah yang mempromosikan satu anak dan pernikahan di usia lebih tua, lebih sedikit anak dan interval yang lebih lama antara anak-anak – pada populasi yang sebagian besar berada di pedesaan dan tidak berpendidikan.
Kebijakan pengendalian populasi mendapat dukungan dari sebagian masyarakat di India.
India mencatat pertumbuhan populasi yang cepat - hampir 2% setiap tahun - selama sebagian besar paruh kedua abad terakhir. Seiring waktu, tingkat kematian turun, harapan hidup dan pendapatan naik. Semakin banyak orang - terutama mereka yang tinggal di kota - mengakses air minum bersih dan saluran pembuangan modern.
"Namun tingkat kelahiran masih tinggi," kata Tim Dyson, seorang demografer di London School of Economics.
India meluncurkan program keluarga berencana pada tahun 1952 dan menetapkan kebijakan populasi nasional untuk pertama kalinya baru pada tahun 1976, sekitar waktu saat China sibuk mengurangi tingkat kelahirannya.
Namun sterilisasi paksa terhadap jutaan warga miskin dalam program keluarga berencana yang berlebihan selama Keadaan Darurat 1975 - ketika kebebasan sipil dibatasi – menimbulkan reaksi sosial terhadap keluarga berencana.
"Penurunan angka kelahiran akan lebih cepat bagi India jika Keadaan Darurat tidak terjadi dan jika para politikus lebih proaktif. Ini juga berarti bahwa semua pemerintah berikutnya lebih berhati-hati dalam hal keluarga berencana," kata Prof Dyson.
Negara-negara Asia Timur seperti Korea, Malaysia, Taiwan dan Thailand, yang meluncurkan program populasi jauh lebih lambat dari India, telah mencapai angka kelahiran yang lebih rendah, memangkas angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan pembangunan manusia lebih awal dari India.

Namun India tidak mengalami ledakan populasi

Populasi India sudah bertambah lebih dari satu miliar jiwa sejak kemerdekaan pada tahun 1947, dan diperkirakan akan tumbuh selama 40 tahun lagi. Namun tingkat pertumbuhan populasinya telah menurun selama beberapa dekade terakhir, dan negara itu telah menentang prediksi mengerikan tentang "bencana demografis".
Jadi bahwa India punya lebih banyak orang daripada China tidak lagi signifikan dengan cara yang "memprihatinkan", kata para demografer.
India meluncurkan program perencanaan keluarga pada 1952.
Meningkatnya pendapatan serta akses ke kesehatan dan pendidikan membantu perempuan India memiliki lebih sedikit anak daripada sebelumnya, secara efektif meratakan kurva pertumbuhan. Angka kelahiran telah turun di bawah tingkat penggantian - dua kelahiran per perempuan - di 17 dari 22 negara bagian dan wilayah yang dikelola federal.
(Tingkat penggantian atau replacement level adalah tingkat di mana jumlah kelahiran baru cukup untuk menggantikan generasi sebelumnya, mempertahankan populasi yang stabil.)
Penurunan angka kelahiran lebih cepat di India selatan daripada di utara yang lebih padat penduduknya. "Sangat disayangkan bahwa lebih banyak tempat India tidak bisa seperti India selatan," kata Prof Dyson.
"Anggaplah semua faktor lainnya sama, pertumbuhan populasi yang cepat di beberapa bagian India utara telah menurunkan standar hidup".

Namun, bila India menyalip China, artinya bisa signifikan

Misalnya, itu dapat memperkuat klaim India untuk mendapatkan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB, yang memiliki lima anggota tetap, termasuk China.
India adalah anggota pendiri PBB dan selalu bersikukuh bahwa klaimnya atas kursi permanen adalah adil. "Saya rasa Anda bisa punya klaim tertentu tentang berbagai hal [dengan menjadi negara dengan populasi terbesar]," kata John Wilmoth, direktur Divisi Kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB.
Cara perubahan demografi India juga penting, menurut KS James dari International Institute for Population Sciences yang berbasis di Mumbai.
Populasi India diperkirakan mencapai puncaknya antara 1,6 dan 1,8 miliar sekitar 2060.
Terlepas dari kekurangannya, India layak mendapatkan pujian karena berhasil mengelola "transisi demografi yang sehat" dengan menggunakan keluarga berencana dalam negara demokrasi yang sebagian besar warganya miskin dan tidak berpendidikan, kata James.
"Kebanyakan negara melakukan ini setelah mereka mencapai literasi dan standar hidup yang lebih tinggi."
Ada lebih banyak kabar baik. Satu dari lima orang di bawah 25 tahun di dunia berasal dari India dan 47% orang India berusia di bawah 25 tahun. Dua pertiga orang India lahir setelah India meliberalisasi ekonominya pada awal 1990-an. Kelompok anak muda India ini punya beberapa karakteristik unik, kata Shruti Rajagopalan, seorang ekonom, dalam sebuah makalah baru.
"Generasi muda India ini akan menjadi sumber konsumen dan tenaga kerja terbesar dalam ekonomi pengetahuan dan jejaring barang-barang. Orang India akan menjadi kumpulan talenta global terbesar," ujarnya.

Tapi ada juga tantangannya

India perlu menciptakan cukup lapangan kerja bagi populasi anak muda usia kerjanya untuk menuai keuntungan demografis. Tetapi hanya 40% dari populasi usia kerja India yang bekerja atau ingin bekerja, menurut Centre for Monitoring Indian Economy (CMIE).
Semakin banyak perempuan akan butuh pekerjaan karena mereka menghabiskan lebih sedikit waktu pada usia kerja mereka untuk melahirkan dan merawat anak-anak. Gambaran di sini lebih buruk: hanya 10% perempuan usia kerja yang berpartisipasi dalam angkatan kerja pada bulan Oktober, menurut CMIE, sementara di China 69%.
Lalu ada migrasi. Sekitar 200 juta orang India telah bermigrasi di dalam negeri - antara negara bagian dan distrik - dan jumlah mereka pasti akan bertambah. Sebagian besar adalah pekerja yang meninggalkan desa ke kota untuk mencari pekerjaan.
"Kota-kota kita akan tumbuh seiring dengan meningkatnya migrasi karena kurangnya pekerjaan dan upah yang rendah di desa-desa. Bisakah mereka memberikan standar hidup yang wajar kepada para migran? Jika tidak, kita akan berakhir dengan lebih banyak permukiman kumuh dan penyakit," kata S Irudaya Rajan, seorang ahli migrasi di Institut Migrasi dan Pembangunan Internasional Kerala.
Lebih dari 10% warga India berusia di atas 60 tahun.
Para ahli demografi mengatakan India juga perlu menghentikan pernikahan anak, mencegah pernikahan dini, dan mendaftarkan kelahiran dan kematian dengan benar. Rasio jenis kelamin yang miring saat lahir - yang berarti lebih banyak anak laki-laki dilahirkan daripada anak perempuan – masih menjadi kekhawatiran.
Retorika politik tentang "pengendalian populasi" tampaknya ditargetkan pada kelompok Muslim, minoritas terbesar di negara itu ketika, pada kenyataannya, "kesenjangan dalam kelahiran anak antara kelompok agama di India secara umum jauh lebih kecil daripada sebelumnya", menurut sebuah studi dari Pew Research Center.

Dan kemudian ada penuaan populasi India

Para ahli demografi mengatakan penuaan populasi India tidak mendapat banyak perhatian.
Pada tahun 1947, usia rata-rata India adalah 21 tahun. Sedikitnya 5% orang berusia di atas 60 tahun.
Saat ini, usia rata-rata di atas 28 tahun, dan lebih dari 10% orang India berusia di atas 60 tahun. Negara bagian di selatan seperti Kerala dan Tamil Nadu mencapai tingkat penggantian setidaknya 20 tahun yang lalu.
"Seiring populasi warga usia kerja menurun, menyokong populasi yang lebih tua akan menjadi beban yang semakin besar sumber daya pemerintah," kata Rukmini S, penulis Whole Numbers and Half Truths: What Data Can and Cannot Tell Us About Modern India.
"Struktur keluarga harus disusun kembali dan para lansia yang hidup sendirian akan semakin menjadi sumber kekhawatiran," katanya.

Sumber : kumparan.com

0 comments: