Kawah Ini Mirip Bulan, Bisa Jadi Tempat Astronaut Latihan

Selasa, Januari 24, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Ketika para ilmuwan di pertengahan tahun 1970-an menentukan bahwa kawah Mistastin di Labrador, Kanada, memiliki sifat seperti Bulan, misi Apollo terakhir telah terbang sehingga terlambat bagi para astronaut memanfaatkan situs tersebut sebagai tempat pelatihan.

Tapi sekarang, misi eksplorasi Bulan mulai gencar lagi. Para astronaut NASA di misi Artemis mungkin bisa memanfaatkan kawah ini. Tim misi Artemis saat ini bersiap untuk misi Bulan berikutnya.

Dikutip dari Global News, seorang ahli di Kanada mengatakan bahwa kawah di wilayah terpencil ini dapat memberikan wawasan penting tentang apa yang menanti mereka.

Gordon Osinski, seorang profesor di departemen ilmu Bumi di Western University di London, Inggris, mengatakan bahwa Mistastin ditemukan sebagai kawah tubrukan pada pertengahan 1970-an.

Kawah tumbukan tercipta ketika asteroid atau meteorit menabrak Bumi, melelehkan dan mengkristal ulang batuan melalui gelombang kejut. Salah satu hal unik tentang Mistastin, kata Osinski, adalah terbentuk dari anorthosite, yakni batu berwarna terang yang sangat reflektif, yang membentuk sebagian besar permukaan Bulan yang disebut dataran tinggi Bulan.

"Itu juga menjadikannya salah satu tempat pelatihan terbaik bagi astronaut Artemis," kata Osinski.

"Impian saya adalah setiap astronaut yang berjalan di Bulan dalam beberapa tahun ke depan akan mengunjungi kawah tumbukan ini dulu karena atribut tersebut," lanjutnya.

Seorang astronaut Kanada akan menjadi bagian dari Artemis II, yang direncanakan terbang pada Mei 2024. Ini akan menjadikan Kanada negara kedua yang memiliki astronaut yang terbang mengelilingi Bulan.

Selama misi 10 hari, para kru diperkirakan akan mencetak rekor perjalanan manusia terjauh di luar sisi jauh Bulan. Artemis III, yang saat ini ditargetkan meluncur tahun 2025, diperkirakan akan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan untuk pertama kalinya menjelajahi wilayah dekat Kutub Selatan Bulan.

Mistastin, juga dikenal sebagai Kamestastin, berada di tempat berburu tradisional Bangsa Pertama suku Mushuau Innu. George Rich dari Bangsa Innu berkata bahwa mereka menyambut para ilmuwan selama mereka mendapatkan izin yang diperlukan untuk berada di tanah tradisional mereka.

Seorang juru bicara badan antariksa Kanada mengatakan belum ada keputusan yang dibuat mengenai pelatihan astronaut saat ini. "Kami akan dengan senang hati mendukung kesempatan untuk pelatihan ketika saatnya tiba," kata Sarah Berjaoui.

Untuk diketahui, astronaut misi Apollo berlatih di Kawah Meteor Arizona, yang lebarnya hanya lebih dari satu kilometer, jauh lebih kecil daripada Mistastin yang lebarnya 28 kilometer. Sementara itu, astronaut dari misi Apollo 16 dan 17 pada awal 1970-an dilatih di Sudbury, Ontario karena kurangnya tanaman hijau dan batuan dasar yang luas, yang membuat awak kapal merasa seperti berada di Bulan.


Cassandra Marion, seorang penasihat sains di Museum Penerbangan dan Luar Angkasa Kanada di Ottawa yang telah mengunjungi kawah Mistastin sebanyak enam kali, menggambarkan tempat itu sangat indah. Kawah tersebut terletak di jalur tundra-taiga dan dapat diakses melalui pesawat kargo yang mendarat di salah satu dari dua lapangan terbang.

"Kawah itu tenang dan bebatuannya mirip dengan yang ditemukan di permukaan Bulan," katanya. Tetapi Mistastin berbeda dalam beberapa hal, termasuk memiliki semak blueberry yang melimpah dan danau yang merupakan sisa dari Zaman Es terakhir.

Osinski, yang pernah ke kawah ini dua kali, mengatakan Mistastin dapat digunakan untuk melatih astronaut dalam bidang geologi, mengajari mereka cara mencatat pengamatan di area yang benar-benar baru.

"Ini jelas penting, karena para astronaut tidak akan melihat sampel ketika mereka kembali ke Bumi. Jadi penting untuk memastikan mereka menangkap semua pengamatan yang kita butuhkan," ujarnya.

Menurutnya, Kawah Mistastin bisa menjadi tempat latihan untuk memilih batuan terbaik untuk dipelajari dan membuat catatan bagi para peneliti.

Sumber : detik.com

0 comments: