Kisah Ervin, Mahasiswa Penyandang Disabilitas Netra yang Berprestasi

Sabtu, Januari 14, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Memiliki keterbatasan fisik tak jadi penghalang bagi Ervin Ramadhani Savitri. Ervin merupakan lulusan dari SMA Negeri 6 Mataram yang berhasil menempuh pendidikan tinggi dengan beasiswa KIP Kuliah.

Beasiswa yang didapatnya merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah. Menurut Ervin, KIP Kuliah juga tidak mempersulitnya saat masa pendaftaran.

"Luar biasa diberi kesempatan dan dipercaya dibiayai negara. Saat mendaftar dulu, persyaratannya tidak dipersulit, bahkan sangat dimudahkan sekali," katanya dalam laman Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek dikutip Jumat (13/1/2023).

Kendala Selama Kuliah
Ervin melanjutkan kuliahnya di Universitas Pendidikan Mandalika pada tahun 2019. Dengan keterbatasan penglihatan, Ervin mengakui sempat mengalami kendala dalam perkuliahan di semester-semester awal.

Kendala itu ia alami saat dosen menerangkan materi perkuliahan dengan menampilkan power point di layar. Sebagai tunanetra, Ervin tidak bisa melihat layar monitor sehingga kerap meminta bantuan teman di sebelahnya untuk membacakan apa yang tertulis atau gambar di layar.

"Kesulitan lain saat UTS, tentunya saya tidak bisa menulis seperti biasa. Solusinya, atas ijin dosen, saya minta dibacakan soalnya, terus saya jawab dengan tulisan braille, lantas dibantu oleh teman untuk kembali dituliskan dalam tulisan biasa. Jadi saya bacakan jawabannya dan teman menuliskannya," kenang Ervin.

Dibantu oleh Dosen: Soal Dibuat dalam Tulisan Braille-Screen Reader
Kendala itu kini sudah sedikit teratasi. Rupanya, ada salah seorang dosen yang alumnus Sekolah Luar Biasa memahami kondisi dan kendala yang dihadapinya. Pihak kampus pun bekerjasama dengan SLB Negeri Pembina Mataram. Kini, saat menghadapi UTS atau UAS, Ervin diberi keringanan.


"Jadi soal dibuat dalam tulisan braille [huruf timbul untuk penyandang disabilitas netra], lantas jawabannya saya ketik di laptop yang sudah dipasang screen reader dan setelah selesai ditransfer melalui flashdisk," jelasnya.

Sementara dalam tugas harian, soal akan diberikan melalui flashdisk dengan bantuan screen reader. Berkat bantuan ini, Ervin berhasil menyelesaikan tugasnya hingga mendapat IPK 3,7 pada semester 5 lalu.

Ervin yang bercita-cita menjadi guru itu bersyukur pihak kampus memahami kondisinya dan bahkan memfasilitasi dalam beberapa kegiatan atau penugasan.

Prestasi Sebagai Penyanyi
SelainIPK tinggi,Ervin juga telah mendulang prestasi sebagai penyanyi sejak tahun 2004. Tak hanya menyanyi,Ervin juga mahir mencipta puisi, mengaransemen musik, dan menulis beberapa karya tulis.

Tahun 2015 lalu, Ervin meraih prestasi sebagai Juara I Tingkat Nasional pada ajang Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLSSN) khusus Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2015 serta Juara I Nasional Solo Singer Berkebutuhan Khusus Tahun 2017. Ervin juga kerap tampil dalam berbagai event di Mataram serta NTB umumnya.

Hebatnya, aransemen musik yang sudah dihasilkan Ervin kini bisa dinikmati melalui berbagai platform musik, antara lain Sporty, I Tune, Youtube, music.amazon, dan berbagai platform lainnya. Sosok yang inspiratif!

Sumber : detik.com

0 comments: