Kisah Mahasiswa Unej, Bisa Kuliah di Jerman Berkat Penelitian Daging Sintetis

Jumat, Januari 20, 2023 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



Mahasiswa Program Studi Biologi FMIPA Universitas Jember (Unej), Oryza Sativa Roshaney berhasil merasakan kuliah di Bio, Lebensmittel und Verfahrens Technologie (BLVT) Flensburg University of Applied Science, Jerman.

Ocha, sapaan akrabnya, bisa merasakan kuliah selama satu semester di Jerman berkat penelitiannya tentang daging sintetis.

"Kebetulan ada program International Credit Transfer dari Deutscher Akademischer Austauschdienst atau DAAD, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa jenjang sarjana mengikuti kuliah selama satu semester di perguruan tinggi di Jerman. Dan karena Universitas Jember sudah memiliki kerjasama dengan Flensburg University of Applied Science, maka saya diarahkan dosen mengikuti kuliah di sana," ujar Ocha dikutip dari laman resmi Unej.

Teliti Topik yang Masih Jadi Pro-Kontra
Riset Ocha tentang daging sintetis dipilih guna memenuhi syarat administrasi, yang harus membuat esai bidang bioteknologi untuk nanti dilakukan di Jerman.

Selain belum banyak diteliti di Indonesia, ternyata riset mengenai daging sintetis juga ditawarkan dalam program International Credit Transfer.

"Saya tertarik meneliti daging sintetis karena walaupun masih pro dan kontra namun punya potensi besar, semisal dalam bidang kesehatan. Kita bisa mencoba obat baru kepada daging sintetis sehingga meminimalkan percobaan kepada hewan atau manusia," jelasnya.

Menurut gadis asal Malang ini, pengembangan daging sintetis juga bisa diproyeksikan untuk mengurangi gas metana yang dihasilkan peternakan yang berkontribusi bagi kerusakan atmosfer sehingga meningkatkan pemanasan global.

Meski begitu, Ocha tetap mengatakan bahwa pengembangan daging sintetis guna konsumsi masih jadi polemik, sebab dikhawatirkan akan mematikan usaha peternak.

"Belum lagi dengan perdebatan mengenai dampak mengkonsumsi daging sintetis berikut sisi etika dan pandangan agama," imbuhnya.

Meneliti di Laboratorium yang Canggih
Selama kuliah di BLVT Flensburg University of Applied Science, Ocha mengaku tak menemui kesulitan berarti. Hal itu karena ia merasa sangat dibantu oleh teman dan pengajar di sana.

"Bahkan kami lebih banyak ikutan kuliah teori di kelas yang sebetulnya untuk jenjang Pascasarjana. Belum lagi dengan fasilitas laboratorium yang canggih membuat kita terpacu untuk terus meneliti," ungkapnya.


Selain itu, Ocha juga terkesan dengan suasana kota Flensburg yang tak terlalu ramai jika dibandingkan seperti kota-kota besar di Jerman. Oleh karena itu, menurut Ocha, Flensburg cocok sebagai lokasi untuk menuntut ilmu.

"Selama di Flensburg saya dan Khilfa menempati apartemen di Bauer Lanstrasse. Untuk menghemat pengeluaran kami masak sendiri, kebetulan ada toko bahan makanan Asia. Semisal beras kemasan ukuran delapan kilogram dijual seharga sembilan Euro. Beruntungnya lagi, ternyata banyak warga di sini yang Muslim," ceritanya lebih lanjut.

Ingin Melanjutkan Studi Lanjut di Jerman
Ke depan, Ocha berharap tak hanya pernah kuliah di BLVT Flensburg University of Applied Science tapi juga bisa melanjutkan jenjang kuliah ke Jerman.

Hal tersebut dilakukan Ocha dengan menyiapkan riset untuk kemudian dikirimkan ke sebuah jurnal ilmiah di Jerman.

"Insyaallah tanggal 15 Januari besok saya akan mengirimkan hasil riset saya yang juga diakui sebagai tugas akhir saya ke jurnal ilmiah di Flensburg University of Applied Science. Sambil mencari kesempatan pendanaan beasiswa, semoga bisa terwujud," tutur mahasiswa yang juga anggota Duta Kampus Universitas Jember.

Sumber : detik.com

0 comments: