Korsel Lawan Ancaman Korut: Kami Juga Bisa Buat Senjata Nuklir Sendiri

Sabtu, Januari 14, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menegaskan negaranya bisa membangun senjata nuklir dengan cepat jika ancaman dari Korea Utara terus meningkat. (Kim Hong-ji/Pool Photo via AP)

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menegaskan negaranya bisa membangun senjata nuklir dengan cepat jika ancaman dari Korea Utara terus meningkat.

Ini merupakan pertama kalinya Korsel dengan gamblang mempertimbangkan bisa mengembangkan senjata nuklir sendiri. Yoon bahkan mengatakan Korsel bisa saja meminta Amerika Serikat mengerahkan senjata nuklirnya ke Semenanjung Korea demi membantu Seoul meredam ancaman Korut.


"Bisa jadi masalahnya akan semakin parah dan negara kami akan memperkenalkan senjata nuklir taktis atau membangunnya sendiri," kata Yoon menurut transkrip pernyataannya yang dirilis oleh Istana Kepresidenan Korsel pada Jumat (13/1).

"Jika itu masalahnya, kita dapat memiliki senjata nuklir sendiri dengan cukup cepat, mengingat kemampuan ilmiah dan teknologi kita (mumpuni)," paparnya menambahkan seperti dikutip Japan Times.

Pernyataan keras itu diutarakan Yoon saat rapat terbatas dengan kementerian luar negeri dan kementerian pertahanan.

Namun, Yoon mengatakan membangun senjata nuklir belum menjadi kebijakan resmi pemerintahannya.

Saat ini, kata Yoon, Korsel masih akan memperkuat aliansinya dengan AS dalam menanggapi ancaman nuklir Korut.

AS sendiri sempat menempatkan senjata nuklirnya di Korea Selatan setelah Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata pada 1953-an.

Namun, pada 1991, AS menarik senjata nuklirnya dari Korsel sebagai bagian dari upaya global mengurangi penggunaan senjata nuklir (denuklirisasi).

Korsel merupakan negara yang menandatangani Traktat Nonproliferasi Senjata Nuklir (NPT) yang melarang negara memiliki senjata nuklir.

Korsel juga menandatangani deklarasi bersama dengan Korea Utara pada 1991 di mana keduanya setuju tidak "menguji, memproduksi, memproduksi, menerima, memiliki, menyimpan, menyebarkan atau menggunakan senjata nuklir."

Namun, Korut telah lama melanggar deklarasi itu dengan membangun teknologi rudal balistik dan menguji senjata nuklir mereka beberapa kali.

Pendekatan Korsel semakin keras terhadap Korut setelah Pyongyang makin getol menguji coba rudal balistik hingga mengerahkan drone-nya menerobos masuk ke wilayah Korsel.

Salah satu drone Korut bahkan dilaporkan menerobos zona larang terbang di sekitar Istana Presiden Korea Selatan, di Seoul pada Desember lalu.

Drone Korut itu terbang menembus radius 3,7 kilometer zona larang terbang sekitar area Istana Kepresidenan sebelum ditembak jatuh.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: