Lika-liku Pekerja Migran Indramayu: Tak Digaji hingga Disiksa Majikan

Senin, Januari 09, 2023 Majalah Holiday 0 Comments


Indramayu - Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan salah satu daerah penyumbang tenaga kerja migran. Banyak masyarakat yang memilih sebagai TKI dengan berbagai macam pengalamannya selama bekerja di luar negeri.

Proses bekerja sebagai TKI tidak selalu mulus. Seperti dalam rekaman Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) cabang Indramayu yang mencatat ada 35 kasus selama tahun 2022.

SBMI Indramayu mencatat ada 17 orang yang mengalami kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau unprosedural. Kasus hilang kontak di luar negeri, penipuan hingga kasus tidak digaji.

"Umumnya unprosedural, mungkin kerja tidak nyaman dan ada perlakuan seperti kekerasan hingga pemaksaan kerja," kata ketua SBMI cabang Indramayu, Akhmad Jaenuri.

Selain itu, ada juga beberapa orang mengadu bahwa telah ditipu di lembaga pelatihan kerja di tahun 2021. Mereka diwajibkan membayar puluhan juta Rupiah tapi tetap tidak diberangkatkan ke negara tujuan kerja.

"Ada juga soal penipuan oleh salah lembaga pelatihan kerja di Indramayu, ada total 14 yang ngadu cuma yang sudah diajukan ke Polres baru 7 korban. Mereka (korban) sudah bayar ke LPK sebesar Rp 25 juta sampai 60 juta. Mereka dijanjikan ke berbagai negara dari Polandia, Jerman dan Slovakia," katanya.

Jaenuri mengaku, proses penyelesaian pengaduan TKI tidak selalu berjalan lancar. Terlebih untuk menangani kasus unprosedural yang umumnya tidak memiliki kelengkapan dokumen. Namun pada akhirnya tetap selesai.

"Kesulitannya kalau unprosedural lebih ke penyalur yang di Jakarta rata-rata alamatnya tidak tahu, data kurang, kadang paspor juga nggak ada," jelas Jaenuri.

Dari 35 kasus selama Januari hingga Desember tahun 2022 itu, 12 kasus diantaranya selesai. "Kalau yang sudah di pekerjakan di sana nya ada juga hak nya yang sudah di bayar," pungkasnya.

Sumber : detik.com

0 comments: