Plus-Minus Warga Indramayu Bekerja di Luar Negeri

Rabu, Januari 11, 2023 Majalah Holiday 0 Comments


Indramayu - Hidup sejahtera menjadi harapan masyarakat Indramayu ketika bekerja di luar negeri. Namun, di sisi lain, dampak buruk kerap mengintai, mulai dari rusaknya hubungan keluarga hingga rawan perceraian.

Hal itu disampaikan Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Indramayu Masroni. Ia mengatakan pada tahun 2022, 17 ribu warga Indramayu mendaftar sebagai pekerja migran. Umumnya, alasan mereka ingin memperbaiki ekonomi keluarga.

"Ya ingin cepat sugih (kaya). Intinya mereka berangkat ke luar negeri alasan ekonomi itu," kata Masroni

Namun di balik itu, risiko para pekerja migran Indonesia (PMI) cukup tinggi ketika berada di luar negeri. Jarak yang memisahkan dengan keluarga bisa memicu kesalahpahaman. Sehingga, tak heran bisa merusak hubungan, bahkan berisiko cerai dengan pasangan.

Masroni menyebut, dari 17 ribu calon PMI pada tahun 2022 itu, mayoritas bekerja sebagai asisten rumah tangga. Dari jumlah itu, 85 persen di antaranya perempuan.

"Saya riset di tahun 2017 dengan STKS Bandung dan Universitas Utara Malaysia ya, tentang pengaruh psikologis ekonomi terhadap pekerja migran di Indramayu, ternyata 75 persen itu cerai, tapi itu tahun 2017," katanya.

Ia menjelaskan penelitian itu diukur dari segi ekonomi pekerja migran. Kedua tentang pengiriman upah hasil kerja ke suami atau orang tua.

Selain itu, jadi pekerja migran berpengaruh pada pola asuh anak. Sebab, kata Masroni perempuan atau ibu menjadi orang pertama yang menjadi guru bagi anak.

"Banyak anak yang kurang mendapat perhatian orang tua. Sehingga bisa timbulkan tingkah anak yang cenderung nakal," jelas Masroni.

Namun, minimnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Indramayu juga menjadi salah satu alasannya maraknya warga memilih bekerja ke luar negeri. Sehingga, ia mengatakan bahwa Bupati Indramayu saat ini gencar menarik investor agar bisa membuka lapangan pekerjaan di Indramayu.

Pemda Indramayu dengan program unggulannya juga memasilitasi masyarakat agar mengurangi minat masyarakat bekerja ke luar negeri, di antaranya melalui program Peri atau Perempuan Berdikari.

"Salah satunya kan perempuan berdikari untuk mantan PMI. Kita berikan pelatihan dan modal usaha harapannya itu kan jangan sampai berangkat lagi kesana (luar negeri)," pungkas Masroni.

Sumber : detik.com

0 comments: