Sejarah Tahun Baru Imlek Setiap Dinasti dan Legenda Asal Usulnya

Rabu, Januari 11, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Ornamen Imlek. (Foto: dok. Distamhut DKI)

Makassar - Sejarah Imlek penuh cerita dan legenda yang diyakini oleh masyarakat Tionghoa. Imlek sendiri merupakan salah satu perayaan penting dalam kehidupan masyarakat Tionghoa.

Imlek adalah perayaan tahun baru dalam sistem penanggalan China atau biasa juga disebut dengan kalender Lunar. Berbeda dengan kalender Masehi, perhitungan kalender Lunar didasarkan pada siklus bulan sehingga ketetapan tanggal Imlek sedikit berbeda dari tahun ke tahun.


Setiap tahun dalam kalender Lunar diwakili oleh salah satu dari 12 hewan, yakni anjing, babi/babi hutan, tikus, lembu, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, dan ayam jago. Berdasarkan penanggalan China, tahun 2023 ini merupakan tahun Kelinci dalam kalender Lunar.

Tahun 2023 Tahun Baru Imlek jatuh pada 22 Januari. Berdasarkan kalender China maka tahun 2023 akan memasuki tahun Kelinci Air.

Legenda Asal Usul Tahun Baru Imlek

Foto: Ilustrasi monster Nian. (China Highlight)

Seperti festival tradisional di Tiongkok pada umumnya, Tahun Baru Imlek juga memiliki legenda di dalamnya. Dilansir dari China Highlights salah satu legenda yang paling populer adalah tentang binatang mitos Nian (/nyen/).

Hari Tahun Baru Cina disebut Guo Nian (过年) dalam bahasa Cina, yang dapat berarti 'merayakan tahun (baru)' atau 'mengatasi Nian'. Karakter 年 (Nián) bisa berarti 'tahun' atau 'monster Nian'.

Dahulu kala, ada monster bernama Nian (年, atau Nianshou 年兽) dengan kepala panjang dan tanduk tajam. Monster itu tinggal jauh di dalam laut sepanjang tahun. Ia hanya muncul setiap malam tahun baru untuk memakan orang dan ternak di desa terdekat.

Hal ini membuat orang-orang akan mengungsi ke pegunungan terpencil untuk menghindari celaka dari monster tersebut setiap malam tahun baru. Orang-orang hidup dalam ketakutan, hingga suatu saat seorang lelaki tua dengan rambut putih dan kulit kemerahan mengunjungi desa tersebut.

Lelaki tua tersebut menolak untuk bersembunyi di pegunungan bersama penduduk desa. Tetapi ia berhasil menakuti monster itu dengan menempelkan kertas merah di pintu, membakar bambu untuk membuat suara retakan yang keras (pendahulu petasan), menyalakan lilin di rumah-rumah, dan mengenakan pakaian merah.

Ketika penduduk desa kembali, mereka terkejut saat mengetahui bahwa desa tersebut belum dihancurkan.

Setelah itu, setiap Malam Tahun Baru, orang-orang melakukan apa yang diperintahkan lelaki tua itu. Monster Nian pun tidak pernah muncul lagi.

Tradisi ini terus berlanjut hingga saat ini dan menjadi cara penting untuk merayakan datangnya Tahun Baru Imlek.

Sejarah Tahun Baru Imlek
Sejarah Tahun Baru China di Dinasti Shang
Tahun Baru China telah telah diperingati sekitar 3.500 tahun. Awal mula peringatan tahun baru Imlek ini tidak dicatat secara tepat.

Meski begitu beberapa orang percaya bahwa Tahun Baru Imlek berasal dari Dinasti Shang. Yakni sekitar 1600-1046 sebelum masehi.

Ketika itu orang-orang mengadakan upacara pengorbanan untuk menghormati dewa dan leluhur di awal atau akhir setiap tahun.

Kalender China "Tahun" Didirikan pada Dinasti Zhou
Istilah Nian (tahun) sendiri pertama kali muncul pada Dinasti Zhou yakni sekitar 1046-256 SM. Saat itu mempersembahkan korban kepada leluhur atau dewa, dan menyembah alam untuk memberkati panen pada pergantian tahun sudah menjadi kebiasaan.

Tanggal Tahun Baru Imlek Ditetapkan pada Dinasti Han
Sementara tanggal festival, hari pertama bulan pertama dalam kalender lunar Tiongkok, ditetapkan pada Dinasti Han. Yakni pada kisaran 202 SM-220 M.

Kegiatan perayaan tertentu menjadi populer di zaman ini, salah satunya membakar bambu untuk membuat suara retakan yang keras.

Tahun Baru di Dinasti Wei dan Jin
Pada dinasti Wei dan Jin (220-420), selain menyembah dewa dan leluhur, orang mulai menghibur diri. Sebuah kebiasaan baru dengan berkumpul bersama keluarga untuk membersihkan rumah mereka, makan malam, dan begadang. Kebiasaan di malam tahun baru ini berasal dari masyarakat biasa.

Tahun Baru di Dinasti Tang hingga Dinasti Qing
Kemakmuran ekonomi dan budaya selama Dinasti Tang, Song, dan Qing mempercepat perkembangan Festival Musim Semi. Kebiasaan selama festival menjadi mirip dengan zaman modern.

Beberapa kebiasaan yang dilakukan di zaman tersebut yaitu menyalakan petasan, mengunjungi sanak saudara dan teman, serta makan pangsit. Kebiasaan-kebiasaan itu menjadi bagian penting dari perayaan tersebut.

Kemudian, kegiatan yang lebih menghibur muncul, seperti menonton tarian naga dan barongsai selama Temple Fair dan menikmati pertunjukan lampion.

Fungsi Festival Musim Semi berubah dari yang religius menjadi yang menghibur dan sosial, lebih seperti saat ini.

Di Zaman Modern
Pada tahun 1912, pemerintah memutuskan untuk menghapus Tahun Baru Imlek dan kalender Lunar, tetapi mengadopsi kalender Gregorian dan menjadikan 1 Januari sebagai awal resmi tahun baru.

Pada 1949, Tahun Baru Imlek diganti berganti nama menjadi Festival Musim Semi. Festival ini terdaftar sebagai hari libur nasional.

Saat ini, banyak kegiatan tradisional yang menghilang tetapi tren baru bermunculan dalam merayakan Tahun Baru Imlek ini.

Sumber : detik.com

0 comments: