Solo Gelar Grebeg Sudiro 2023, Simak Rangkaian Kegiatan dan Maknanya

Jumat, Januari 06, 2023 Majalah Holiday 0 Comments

Kirab Budaya Grebeg Sudiro di Kota Solo (ANTARA/Mohammad Ayudha)

PEMERINTAH Kota Surakarta kembali menggelar Grebeg Sudiro 2023 pada 10 hingga 30 Januari nanti. Ada sederet kegiatan yang masuk dalam rangkaian event budaya tahunan Kota Solo ini.

“Grebeg Sudiro merupakan event yang mencerminkan akulturasi seni budaya Jawa-Tionghoa sebagai refleksi dari kawasan Sudiroprajan sebagai 'Kampung Pembauran',” kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dalam akun Instagramnya seperti dikutip Okezone, Kamis (5/1/2023).

Melalui akun @gibran_rakabuming, anak sulung Presiden Jokowi ini membagikan rangkaian acara Grebeg Sudiro 2023 di Solo sebagai berikut :

- Umbul Matraman (12 Januari 2023)

- Karnaval Budaya (15 Januari 2023)

- Bazar Potensi (10 sampai 30 Januari 2023)

- Panggung Pentas Seni (10 sampai 30 Januari 2023)

- Wisata Perahu Hias (10 sampai 30 Januari 2023)

- Panggung Harmoni Sudiro (21 Januari 2023)

“Yuk, meriahkan acara ini! Ajak teman dan keluarga ke sini, ya!” ajak Gibran.

Grebeg Sudiro berasal dari dua susunan kata yaitu Grebeg yang berarti perkumpulan dan Sudiro merujuk singkatan dari desa Sudiroprajan.

Grebeg Sudiro telah digelar sejak 2007 di Kelurahan Sudiroprajan. Tapi, pada masa Kanjeng Susuhunan Pakubuwono X (1893-1939), kegiatan ini juga pernah digelar yang dikenal sebagai “Buk Teko”, penyambutan perayaan menjelang Hari Raya Imlek.

Dahulu Grebeg Sudiro ini merupakan perayaan kecil yang dirayakan dari kampung ke kampung. Karena terkenal dengan keunikan perpaduan negara tersebut membuat Pemerintah Kota Solo menyambut dengan positif dan dijadikan sebagai perayaan tahunan di kota Solo.

Perayaan ini biasanya diadakan tujuh hari sebelum Tahun Baru Imlek. Festival Grebeg Sudiro merupakan simbol penggarapan tradisi Tionghoa dan Jawa yang melebur dalam suasana hangat toleransi.

Sebelum puncak acara dilangsungkan, ada beberapa ritual sedekah bumi berupa arak-arakan menyusuri kampung dengan iringan musik, tari tradisional dan diakhiri dengan doa untuk memohon keselamatan bangsa.

Acara puncak akan diselenggarakan dengan kirab budaya kesenian tradisional yang mengiringi arak-arakan gunungan kue keranjang, makanan khas yang wajib ada saat perayaan itu.

Tradisi puncak diakhiri oleh warga dan penonton yang saling rebutan kue keranjang, yang dipercaya akan membawa keberkahan.


Sumber : kumparan.com

0 comments: